Januari 25, 2026

 

 

Lensa-informasi.com |Pandeglang, 23 Januari 2026 — Dalam upaya memperkuat ketahanan pangan di tingkat desa, Pemerintah Desa Nanggal, Kecamatan Cikeusik, melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) Pandawa Lima, terus menjalankan berbagai program inovatif dan berkelanjutan. Salah satu inisiatif utama yang menuai perhatian adalah program pengembangan peternakan hewan, khususnya kambing, yang ditujukan untuk mendukung ketersediaan sumber protein lokal secara mandiri dan berkelanjutan.

 

Namun, belakangan ini muncul desas-desus yang menyebutkan bahwa jumlah kambing yang awalnya direncanakan sebanyak 60 ekor, kini harus dikurangi secara drastis menjadi hanya 10 ekor. Menanggapi isu tersebut, tim media langsung mengonfirmasi kebenaran informasi ini kepada pihak terkait.

 

Melalui komunikasi WhatsApp, Egi, selaku Ketua BUMDES Pandawa Lima, secara tegas membenarkan kondisi tersebut. Ia menjelaskan bahwa pengurangan jumlah kambing dari 60 menjadi 10 ekor disebabkan oleh kendala pendanaan, khususnya terkait tidak turun dan terdistribusikannya Dana Desa Tahap II sebagaimana yang diharapkan. “Iya, pak. Yang semula direncanakan sebanyak 60 ekor kambing, saat ini hanya tersisa 10 ekor. Hal ini disebabkan karena Dana Desa Tahap II belum turun, sehingga kami tidak dapat melanjutkan program sesuai rencana awal,” ujar Egi.

 

Pengakuan ini mencerminkan sebuah tantangan nyata yang dihadapi oleh Pemerintah Desa dan BUMDES dalam mengelola program ketahanan pangan yang bergantung pada dukungan dana dan sumber daya yang memadai. Kehadiran program ini, meskipun menghadapi kendala, tetap menjadi komitmen desa dalam menyediakan alternatif pangan yang sehat dan berkelanjutan bagi masyarakat lokal.

 

Pandeglang sebagai daerah yang memiliki potensi sumber daya alam dan budaya unik, terus berupaya mewujudkan ketahanan pangan melalui inovasi dan kerjasama semua pihak. Kendala yang dihadapi saat ini menuntut penyesuaian strategi dan solusi jangka panjang agar program-program seperti ini tidak terhenti di tengah jalan, dan dapat kembali berjalan optimal di masa mendatang.

 

Kedepannya, masyarakat dan berbagai stakeholder di desa berharap agar dana dari pemerintah pusat maupun daerah dapat segera direalisasikan agar program-program yang telah dirancang dapat berjalan sesuai visi awal. Semangat kolaboratif dan transparansi tetap menjadi pondasi utama dalam mewujudkan kemandirian pangan desa yang berkelanjutan dan memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat.

 

Editor : whili