April 8, 2026

Lensa-Informasi.Com – Palembang – Sebanyak 14 Warga Negara Indonesia (WNI) asal Kota Palembang yang terjebak dalam dugaan penipuan kerja di Kamboja berhasil dipulangkan ke tanah air dan disambut secara resmi di Gedung Bina Praja Sumatera Selatan (Sumsel) hari ini, Senin 30 Maret 2026.

Acara penyambutan dihadiri langsung oleh Gubernur Sumsel H Herman Deru, jajaran Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Sumsel, serta perwakilan Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (Ditres PPA dan PPO) Polda Sumsel.

Para korban tiba di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang sekitar pukul 11.00 WIB, setelah melakukan perjalanan dari Phnom Penh menuju Jakarta dan melakukan transit. Tim dari Disnakertrans Sumsel menjemput mereka di Jakarta sebelum melanjutkan perjalanan ke Palembang, kemudian dibawa ke lokasi penyambutan. Saat tiba, mereka disambut dengan haru oleh keluarga masing-masing yang telah menunggu dengan penuh kerinduan.

Sebelum penyampaian sambutan, seluruh korban telah melalui proses pendataan dan pemeriksaan kondisi kesehatan secara singkat oleh tim yang dibentuk. Kepala Disnakertrans Sumsel, Indra Bangsawan, menjelaskan bahwa awalnya terdapat 15 orang WNI asal Palembang yang tercatat sebagai korban, namun satu orang telah lebih dulu kembali secara mandiri dengan bantuan keluarga.

“Kasus ini mulai dikenal publik setelah video permohonan bantuan para korban viral di media sosial. Mereka mengaku terjebak tawaran kerja palsu dengan iming-iming gaji besar, bahkan mengalami dugaan perdagangan orang. Selama di Kamboja, mereka berada di penampungan Kedutaan Besar Republik Indonesia sebelum proses kepulangan difasilitasi melalui koordinasi bersama berbagai pihak, termasuk Polda Sumsel dan Ditres PPA dan PPO,” ujar Indra.

Dalam wawancara singkat setelah penyambutan, salah satu pekerja yang tidak ingin disebutkan namanya mengungkapkan pengalaman pahit selama berada di Kamboja. “Selama di sana, kami sempat mengalami berbagai macam penyiksaan, baik secara fisik maupun psikis, yang membuat kami semua trauma hingga saat ini,” katanya dengan suara meratap. Ia juga berharap agar kejadian serupa tidak menimpa siapapun lagi. “Semoga tidak ada korban lain setelah kami. Jangan sampai orang lain mengalami hal yang sama seperti kami,” pinta dia sambil menangis, didampingi oleh keluarga dan petugas yang memberikan dukungan emosional.

Perwakilan Ditres PPA dan PPO Polda Sumsel menjelaskan bahwa penyelidikan telah dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pelacakan jalur perjalanan para korban hingga identifikasi pihak yang terlibat dalam jaringan penipuan dan dugaan perdagangan orang. “Kami bekerja sama dengan pihak berwenang di Kamboja serta Direktorat Jenderal Imigrasi untuk mengungkap seluruh rantai kejahatan ini. Tujuan utama kami adalah memberikan keadilan bagi para korban dan mencegah terjadinya kasus serupa di masa depan,” ucapnya. Selain itu, pihaknya juga akan bekerja sama dengan dinas terkait untuk memberikan bantuan rehabilitasi dan konseling bagi para korban yang mengalami trauma.

Dalam sambutannya, Gubernur Herman Deru menyampaikan rasa syukur atas keselamatan para korban dan berkomitmen untuk membentuk kelompok pekerja yang akan mendapatkan pembinaan khusus. “Kita akan membina mereka agar memiliki keterampilan yang kompetitif. Tidak perlu harus kerja ke luar negeri dengan iming-iming gaji besar, di Palembang dan Sumsel juga banyak peluang kerja jika memiliki kemampuan yang memadai,” ucapnya. Gubernur juga mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dan selalu memverifikasi informasi lowongan kerja luar negeri melalui saluran resmi, agar kejadian serupa tidak terulang lagi.

Berikut adalah nama-nama 14 WNI asal Palembang yang berhasil dipulangkan:

1. Ahmad Saputra

2. Alvin Alvata

3. M. Amar

4. M. Rezah

5. Muhammad Ho Iril Afif

6. M. Sandian Syah

7. M. Alim

8. Aldiansyah

9. M. Ulix

10. M. Alibaba

11. Aldi Kurnia

12. Fikry Halik Al

13. Varel Vah Rezi

14. Ryan Syah

Rep, lilis