Mei 19, 2026

Lensa-informasi.com |Lebak, 19 Mei 2026 — Kondisi Puskesmas Binuangeun di Desa Muara Wanasalam semakin memprihatinkan dan mendesak perhatian serius dari pemerintah daerah. Bangunan yang didirikan sejak 1996 ini mengalami kerusakan di berbagai bagian, sehingga sudah tidak layak lagi menunjang pelayanan kesehatan masyarakat secara optimal.

Selain faktor usia, kekurangan konstruksi juga menjadi perhatian. Tinggi tembok yang hanya sekitar 2,60 meter menciptakan suasana yang pengap dan sirkulasi udara tidak memadai. Padahal, sesuai standar pelayanan publik dan fasilitas kesehatan, ruang yang nyaman dengan tinggi minimal 3 meter sangat diperlukan untuk memastikan kenyamanan dan kesehatan pasien serta tenaga medis.

Salah satu Pengurus LSM GMBI Kecamatan Wanasalam, Dana Setiawan, menyampaikan harapannya kepada Pemerintah Kabupaten Lebak dan DPRD agar segera merealisasikan program rehabilitasi Puskesmas Binuangeun.

“Puskesmas Binuangeun, sebagai salah satu puskesmas rawat inap yang menjadi tumpuan masyarakat di wilayah selatan Lebak, sudah tidak layak lagi beroperasi dalam kondisi sekarang. Kami mendesak Pemkab dan DPRD segera menganggarkan rehabilitasi fasilitas ini,” tegas Dana Setiawan.

Selain itu, kapasitas ruang rawat inap yang hanya menyediakan enam tempat tidur dinilai sangat terbatas mengingat kebutuhan masyarakat yang terus meningkat tiap tahun. Hal ini menjadi tantangan dalam memberikan layanan kesehatan yang memadai.

“Pelayanan kesehatan tidak hanya bergantung pada tenaga medis yang kompeten, tetapi juga didukung oleh fasilitas yang aman, nyaman, dan layak. Pemerintah harus memberi perhatian penuh terhadap kondisi fasilitas ini,” tambahnya.

GMBI Wanasalam berharap Pemerintah Kabupaten Lebak dan DPRD dapat merealisasikan program rehabilitasi Puskesmas Binuangeun dalam tahun ini. Keberadaan fasilitas ini merupakan ujung tombak dalam menjaga dan meningkatkan kesehatan masyarakat, serta menciptakan layanan yang berkualitas dan berkeadilan.

(whili)