Patin Sumsel Tembus Peringkat Satu Nasional, Herman Deru Dorong Program Perikanan Lebih Inovatif

IMG_20260826_111637

filter: 0; jpegRotation: 0; fileterIntensity: 0.000000; filterMask: 0; module:1facing:0; hw-remosaic: 0; touch: (-1.0, -1.0); modeInfo: ; sceneMode: Auto; cct_value: 0; AI_Scene: (-1, -1); aec_lux: 118.0; hist255: 0.0; hist252~255: 0.0; hist0~15: 0.0;

 

PALEMBANG,Lensa informasi.com_Sektor perikanan Sumatera Selatan (Sumsel) kembali menorehkan prestasi membanggakan. Produksi ikan patin Sumsel kini menempati peringkat pertama secara nasional, menjadi salah satu bukti besarnya potensi perikanan daerah.

Capaian tersebut mendapat perhatian serius dari Gubernur Sumatera Selatan H. Herman Deru. Ia mendorong agar prestasi tersebut tidak berhenti pada pencapaian produksi, tetapi dikembangkan melalui inovasi dan program unggulan yang mampu memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

Hal itu disampaikan Herman Deru saat menyerahkan bantuan sarana dan prasarana (sarpras) perikanan kepada nelayan dan pembudidaya ikan di Sumsel, Rabu (26/8/2026).

Herman Deru menegaskan, meski pemerintah daerah tengah melakukan penyesuaian dan efisiensi anggaran, sektor perikanan tetap menjadi salah satu perhatian Pemprov Sumsel.

Menurutnya, sektor perikanan memiliki peran strategis dalam menggerakkan ekonomi masyarakat, membuka lapangan usaha, sekaligus memperkuat ketahanan pangan daerah.

“Di tengah kesederhanaan anggaran, Pemprov Sumsel tetap memberikan perhatian penuh kepada para pelaku perikanan. Ini wujud dorongan moril dan materiil agar produksi perikanan kita tidak boleh terhenti,” tegas Herman Deru.

Herman Deru Tantang Dinas Perikanan Ciptakan Terobosan

Tak hanya memberikan bantuan, Herman Deru juga menantang Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumsel untuk melahirkan program unggulan yang mampu mengangkat potensi perikanan Sumsel ke tingkat yang lebih tinggi.

Ia meminta jajaran dinas terkait segera menyusun inovasi yang dapat memperkuat komoditas perikanan Sumsel sekaligus meningkatkan daya saingnya di tingkat nasional.

“Saya tantang Pak Aries dan jajaran untuk segera menyusun program unggulan perikanan Sumsel. Saya tunggu ide-ide terbaiknya. Kita sangat serius menggarap sektor ini,” ujarnya.

Herman Deru menilai potensi perikanan Sumsel sangat besar. Karena itu, pengembangannya tidak cukup hanya mengandalkan bantuan sarana produksi, tetapi juga membutuhkan inovasi, peningkatan kualitas sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi serta perluasan akses pasar.

Dengan langkah tersebut, nelayan dan pembudidaya diharapkan mampu meningkatkan produksi sekaligus memperoleh nilai tambah dari hasil usaha mereka.

Puluhan Ribu Benih dan Sarpras Disalurkan

Dalam penyaluran bantuan kali ini, Pemprov Sumsel memberikan berbagai sarana dan prasarana yang disesuaikan dengan kebutuhan nelayan, pembudidaya, hingga pelaku pengolahan dan pemasaran hasil perikanan.

Bantuan tersebut meliputi 92.000 ekor benih ikan yang terdiri dari patin, lele dan nila, serta 60.000 kilogram pakan ikan.

Pemprov Sumsel juga menyalurkan 14 unit mesin pencetak pakan dan 1 unit Keramba Jaring Apung (KJA).

Sementara bagi nelayan perairan umum daratan (PUD), bantuan diberikan berupa 64 unit mesin perahu berkapasitas 6,5 PK dan 12 unit mesin kapal berkapasitas 24 PK.

Untuk mendukung penyimpanan dan pengolahan hasil tangkapan, turut diserahkan 20 unit coolbox dan 22 unit chest freezer kepada pelaku pengolahan dan pemasaran hasil perikanan.

Bantuan tersebut diharapkan dapat menekan biaya produksi, menjaga kualitas hasil tangkapan, memperpanjang masa simpan ikan serta meningkatkan pendapatan masyarakat yang menggantungkan kehidupan dari sektor perikanan.

Patin Nomor Satu, Lele dan Nila Juga Berprestasi

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sumsel, H. Aries Irwan Wahyu, S.STPi., M.Si., mengatakan perhatian pemerintah terhadap sektor perikanan telah memberikan dampak positif terhadap produksi daerah.

Ia menyebutkan, produksi ikan patin Sumsel saat ini berada di peringkat pertama nasional. Sementara produksi ikan lele berada di peringkat keempat dan nila di peringkat kesembilan nasional.

“Produksi ikan patin kita berada di peringkat satu nasional, lele peringkat empat, dan nila peringkat sembilan. Capaian ini menjadi bukti nyata kontribusi besar sektor budidaya dan nelayan Sumsel terhadap ketahanan pangan nasional,” jelas Aries.

Capaian tersebut menjadi modal penting bagi Sumsel untuk terus memperkuat sektor perikanan sebagai salah satu kekuatan ekonomi daerah.

Penguatan sarana produksi juga diharapkan dapat meningkatkan produktivitas sekaligus menjamin ketersediaan bahan baku ikan bagi industri pengolahan dan kuliner.

Salah satunya adalah industri pempek yang membutuhkan pasokan ikan secara berkelanjutan sebagai bahan baku utama.

Dengan produksi patin yang telah berada di posisi teratas nasional dan didukung berbagai komoditas perikanan lainnya, Sumsel memiliki peluang besar menjadikan sektor perikanan sebagai salah satu komoditas unggulan sekaligus penggerak ekonomi kerakyatan.

Pemprov Sumsel berharap bantuan yang diberikan tidak berhenti sebatas penyaluran sarana, tetapi mampu menjadi pemicu peningkatan produktivitas, pendapatan masyarakat serta daya saing hasil perikanan Sumsel.

Rep.lilis