Situ Abidin Krisis Air, Kementerian PU dan BBWS Citarum Turun Tangan
Lensa-Informasi.Com, BEKASI – Kondisi Situ Abidin di Kampung Bedeng, Desa Karangmulya, Kecamatan Bojongmangu, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, mulai menjadi sorotan. Kawasan yang memiliki fungsi penting sebagai sumber daya air tersebut dilaporkan mengalami kekeringan.
Kondisi itu mendorong Kementerian Pekerjaan Umum (PU) bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum turun langsung melakukan pengecekan lapangan, Senin (28/9/2026).
Dandim 0509 Kabupaten Bekasi Letkol Arm Vicky Harryanto turut meninjau kondisi Situ Abidin bersama jajaran instansi terkait. Pengecekan berlangsung sekitar satu jam, mulai pukul 10.00 hingga 11.00 WIB.
Turunnya sejumlah pihak ke lokasi tidak sekadar melihat kondisi situ yang mengering. Tim juga membahas persoalan pengelolaan, penataan kawasan hingga keberlanjutan fungsi Situ Abidin sebagai bagian dari sumber daya air di wilayah Kabupaten Bekasi.
Kepala Bidang Keterpaduan Pembangunan Infrastruktur Sumber Daya Air, Ali Trusharyanto, S.T., M.Eng., mengatakan pengecekan dilakukan untuk mendapatkan gambaran faktual mengenai kondisi terkini Situ Abidin.
“Pengecekan ini menjadi bahan evaluasi untuk menentukan langkah penanganan serta pengelolaan sumber daya air ke depan,” ujar Ali.
Kondisi Mengering Jadi Alarm
Kondisi kekeringan Situ Abidin menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian serius, terlebih situ memiliki fungsi bagi lingkungan dan masyarakat sekitar.
Selain penanganan kondisi saat ini, pemerintah juga membahas potensi penataan kawasan. Namun, penataan tersebut diharapkan tidak berhenti pada rencana, melainkan diikuti langkah konkret untuk menjaga keberlanjutan fungsi situ.
Dandim 0509 Kabupaten Bekasi Letkol Arm Vicky Harryanto menegaskan bahwa menjaga sumber daya air membutuhkan keterlibatan lintas sektor.
“Sinergi dan koordinasi bersama diperlukan untuk menjaga keberadaan Situ Abidin serta mendukung upaya pengelolaan sumber daya air agar dapat memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Vicky.
Danramil 09/Cibarusah Kapten Arm Kurija juga menyatakan kesiapan jajarannya mendukung koordinasi dan pendampingan di wilayah, khususnya terkait pengelolaan dan penataan Situ Abidin.
Warga Minta Jangan Berhenti di Pengecekan
Harapan agar pemerintah segera mengambil langkah lanjutan disampaikan Ketua BPD Desa Karangmulya Agus Taupik.
Menurutnya, Situ Abidin bukan hanya memiliki fungsi bagi lingkungan dan sumber daya air, tetapi juga menyimpan potensi yang dapat dikembangkan untuk kepentingan masyarakat.
“Kami berharap ada tindak lanjut dari pemerintah. Situ Abidin ini memiliki manfaat bagi masyarakat dan juga berpotensi untuk dikembangkan sebagai kawasan wisata,” ujar Agus.
Pernyataan tersebut menjadi catatan penting setelah pemerintah melakukan pengecekan langsung. Sebab, persoalan utama bukan hanya bagaimana kondisi Situ Abidin saat ini, tetapi bagaimana memastikan fungsi situ tetap terjaga dan tidak semakin terdegradasi.
Hasil pengecekan lapangan selanjutnya akan menjadi bahan evaluasi bagi instansi terkait untuk menentukan langkah penanganan dan pengelolaan Situ Abidin.
Dalam kegiatan tersebut turut hadir Kepala Bidang Pelaksanaan Jaringan Sumber Air (PJSA) Muhammad Barani, S.T., M.Si.; Kepala Bidang Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air (PJPA) Zulfi Fakhroni, S.T.; Kepala Bidang Operasi dan Pemeliharaan (O&P) SDA Jaya Sampurna, S.ST., M.Tech.; Bimaspol Desa Karangmulya Aiptu Agus Suryana; Babinsa Desa Karangmulya Sertu Andrian; serta Ketua Karang Taruna Desa Karangmulya Nur Yaman.
Kini, perhatian tertuju pada tindak lanjut pemerintah. Pengecekan lapangan telah dilakukan, namun masyarakat tentu menunggu langkah nyata agar Situ Abidin tidak sekadar menjadi objek peninjauan ketika kondisi airnya mengering.
Kegiatan berlangsung aman, tertib dan kondusif.
(Eyik/Pendim 0509 Kabupaten Bekasi)
