Kapolda Sumsel Respons Aspirasi Warga, Instruksikan Pemetaan Titik Patroli di Lawang Kidul
PALEMBANG — LENSAINFORMASI.COM Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol. Rony Samtana, S.I.K., M.T.C.P., menginstruksikan pemetaan titik-titik patroli kepolisian di kawasan Lawang Kidul, Kecamatan Ilir Timur II, Kota Palembang. Langkah ini dilakukan sebagai respons terhadap aspirasi masyarakat yang menginginkan peningkatan kehadiran polisi untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Instruksi tersebut disampaikan saat Kapolda melaksanakan kegiatan Jumat Keliling di Masjid Lawang Kidul, Jumat (30/10/2026). Kegiatan ini mengusung semangat “Polisi Bersama Masyarakat” sebagai upaya memperkuat silaturahmi, menyerap aspirasi, serta membangun komunikasi dua arah antara kepolisian dan masyarakat.
Usai melaksanakan salat Jumat berjemaah, Kapolda bersama sejumlah Pejabat Utama (PJU) Polda Sumsel berdialog dengan ulama, tokoh agama, pengurus masjid, dan warga setempat. Dalam pertemuan tersebut, berbagai masukan, keluhan, kritik, dan saran masyarakat menjadi perhatian untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepolisian.
Kapolda menegaskan bahwa pelaksanaan tugas Polri dalam melindungi, mengayomi, melayani masyarakat, dan menegakkan hukum membutuhkan dukungan serta sinergi dari seluruh elemen masyarakat.
Ia juga mengajak warga bersama-sama menjaga keamanan ruang publik, mulai dari jalan raya, pasar, pusat bisnis, kawasan permukiman, perkantoran, hingga tempat ibadah agar tetap aman dan nyaman.
Dalam dialog tersebut, Kapolda turut menyoroti bahaya penyalahgunaan narkotika yang dapat berkaitan dengan berbagai tindak kejahatan. Ia menyampaikan bahwa sekitar 80 persen pelaku kejahatan yang diamankan terindikasi berkaitan dengan narkotika.
Karena itu, Kapolda mengajak ulama, tokoh agama, dan seluruh elemen masyarakat berperan aktif dalam mencegah serta memberantas peredaran dan penyalahgunaan narkoba di Sumatera Selatan.
Kapolda juga memaparkan penindakan yang dilakukan Polda Sumsel bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) di tiga lokasi di Kelurahan Lawang Kidul, Kecamatan Ilir Timur II, yakni Lorong Budiman, Lorong Panggang, dan Lorong Manggar II.
Dalam kegiatan tersebut, petugas mengamankan delapan orang yang disebut sedang mengonsumsi narkoba. Petugas juga menemukan enam bong atau alat isap, timbangan digital, plastik klip, serta barang-barang lain yang berkaitan dengan penyalahgunaan narkotika.
Menurut Kapolda, pemberantasan narkoba memerlukan langkah berkelanjutan. Selain penegakan hukum, diperlukan penataan kawasan, perbaikan infrastruktur, dan pembinaan masyarakat agar lingkungan yang rawan narkoba dapat berkembang menjadi kawasan yang lebih aman, nyaman, dan produktif.
Untuk mendukung upaya tersebut, Kapolda menyampaikan bahwa pihaknya telah meminta dukungan Wali Kota Palembang dalam merencanakan pembenahan kawasan. Ia juga mengajak para ulama, tokoh agama, dan masyarakat untuk terlibat aktif dalam mewujudkan perubahan tersebut.
Selain persoalan narkoba, peningkatan patroli kepolisian menggunakan kendaraan roda dua turut menjadi aspirasi warga. Masyarakat berharap kehadiran personel di lingkungan mereka dapat memberikan rasa aman sekaligus mencegah potensi gangguan kamtibmas.
Menanggapi masukan itu, Kapolda meminta Kapolsek Ilir Timur II memetakan titik-titik yang menjadi konsentrasi patroli. Personel diharapkan tidak hanya melintas, tetapi juga berhenti di lokasi tertentu untuk menyapa warga, berinteraksi, dan mengetahui kondisi keamanan lingkungan secara langsung.
Kapolda juga membuka ruang komunikasi bagi masyarakat yang ingin menyampaikan informasi, kritik, saran, maupun pengaduan terkait pelaksanaan tugas kepolisian. Aspirasi tersebut diharapkan menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan profesionalisme personel dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, S.I.K., M.H., menegaskan bahwa kegiatan Jumat Keliling merupakan wujud komitmen Polri untuk hadir lebih dekat dengan masyarakat.
Semangat “Polisi Bersama Masyarakat”, menurutnya, perlu diwujudkan melalui komunikasi terbuka, kesediaan mendengarkan aspirasi, serta respons nyata terhadap kebutuhan warga. Kolaborasi antara Polri, ulama, tokoh agama, dan masyarakat menjadi salah satu unsur penting dalam menjaga keamanan lingkungan.
Melalui kegiatan Jumat Keliling, Polda Sumsel terus memperkuat kemitraan dengan masyarakat. Dialog langsung dan tindak lanjut terhadap aspirasi warga diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan publik sekaligus mewujudkan situasi kamtibmas yang aman, tertib, dan kondusif di Kota Palembang.(Lilis)
