Lensa-informasi.com |Sukabumi – Belakangan ini telah ramai jadi sorotan mengenai Kabupaten Sukabumi yang mana mulai dari jalan rusak sampai dugaan anggaran kas daerah tidak ada
Bahkan ada juga mengenai anggaran hasil dari efisiensi yang telah mau di alokasikan kemana?
Dengan hal itu Aliansi Masyarakat Anti Korupsi Indonesi (AMAKI) menyoroti serius seluruh hal yang terjadi di Kabupaten Sukabumi yang mana amaki menduga KKN sudah menjadi kebiasaan di pemda sukabumi
Hal itu di sampaikan langsung oleh Ketua Divisi Investigasi Amaki, Basri Bule kepada awak media pihaknya jelas mengetahui percis problem besar di Kabupaten Sukabumi mulai dari semerautnya insfratuktur sampai dugaan banyaknya
Anggaran yang di diduga di jadikan ajang bancakan oleh para oknum pemda dengan para pengusaha ” Cetus Basri
Tidak hanya itu Basri pun menambahkan pihaknya mengetahui dosa dosa besar Bupati Sukabumi hari ini pada saat menjabat sebagai kepala dinas PU
Sehingga tidak heran jika warisan dari mantan Bupati kepada Bupati hari ini akan sama saja karena jelas budaya KKN sudah sangat melekat di sukabumi
Ada 4 Dinas yang harus menjadi sorotan serius semua pihak masyarakat hari ini jangan bergantung pada Aparatur Penegak Hukum (APH ) yang mana besar dugaan antara APH dan Pemda sudah terjalin kordinasi yang harmonis sehingga untuk Dinas Dinas strategis tidak ada yang
Masuk dalam jeratan hukum contoh besar Dinas Perumahan Dan Permukiman (Perkim) Dinas yang diduga keras menjadi Dinas paling korup mulai dari Mangkraknya Gedung Pemda penghamburan anggaran pada setiap tahun pelaksanaan pembangunan
Sampai dengan dugaan adanya persentase pada setiap SPK , yang di buat tidak hanya Perkim , Dinas Pekerjaan Umum (PU) pun sama diduga keras sering sekali melakukan hal yang sama dengan Dinas Perkim
Sehingga yang patut menjadi sorotan tajam masyarakat hari ini ada Dinas PU, Perkim, Pertanian, Dan BPKAD yang mana ke empat pilar ini jelas menjadi sumber pengeluaran anggaran yang memang bisa di cek dilapangan
Apalagi untuk insfratuktur seakan akan menjadi proyek tahunan yang sengaja di cipatakan demi meraup keuntungan dari uang rakyat. pungkasnya, ”
Editor : weli wilyanto