Lensa-informasi.com |Lebak, 24 Januari 2026 — Wilayah Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak, Banten, kembali menjadi sorotan utama menyusul berbagai krisis alam yang terus menerus menghantam kawasan ini. Beberapa insiden bencana, termasuk banjir yang melanda tiga desa Cipedang, Wanasalam, dan Sukatani telah menyebabkan puluhan hingga ratusan kepala keluarga kehilangan tempat tinggal dan merasa terancam keselamatannya secara langsung.
Permasalahan ini bukanlah kejadian yang berdiri sendiri, melainkan bagian dari deretan longgar sistem pengelolaan infrastruktur yang mulai menampakkan kelemahan mendasar. Sebelumnya, pada Desember 2024, wilayah ini juga dilanda hujan deras yang menyebabkan banjir bandang dan tanah longsor yang mengancam keberlangsungan kehidupan masyarakat. Kondisi ini memperlihatkan bahwa sistem drainase yang ada saat ini sudah tidak mampu mengatasi volume air yang meningkat secara ekstrem, sementara keberadaan tanggul sungai pun perlu mendapat perhatian serius untuk memperkuat ketahanan alami wilayah ini terhadap potensi bencana.
Dalam konteks ini, Biro Hukum Pendekar Banten melalui Cepi Umbara, menyampaikan keprihatinan mendalam sekaligus harapan akan segera terwujudnya langkah-langkah strategis dan terintegrasi dari pemerintah daerah serta seluruh pemangku kepentingan terkait. Ia menegaskan bahwa penanganan bencana harus dilakukan secara cepat dan efektif agar kehilangan nyawa, kerusakan properti, serta gangguan sosial yang semakin meluas dapat diminimalisasi.
“Keadaan di Wanasalam menuntut adanya respons yang lebih sigap dan terorganisasi. Tidak cukup hanya melakukan reaksi pasca-bencana, kita harus mengedepankan upaya mitigasi yang kuat, termasuk perbaikan infrastruktur seperti drainase dan tanggul sungai, serta penyusunan rencana kesiapsiagaan yang terperinci,” ujar Cepi Umbara. Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dan melibatkan masyarakat dalam proses perencanaan dan pelaksanaan langkah-langkah pencegahan serta penanggulangan bencana.
Selanjutnya, beliau mengingatkan bahwa keberlanjutan dan ketahanan wilayah sangat bergantung pada pemeliharaan lingkungan yang lestari, penguatan kapasitas sistem peringatan dini, serta pembangunan infrastruktur yang mampu menampung volume air ekstrem. Upaya ini bukan sekadar tanggung jawab pemerintah semata, melainkan menjadi kewajiban bersama dalam menjaga keberlangsungan hidup masyarakat dan ekosistem.
Di tengah kondisi yang semakin kompleks ini, harapan besar disematkan kepada aparat pemerintah daerah dan seluruh stakeholder terkait untuk bergerak cepat, tepat sasaran, dan berorientasi pada keberlanjutan dan keadilan sosial. Masyarakat Wanasalam dan sekitarnya berhak mendapatkan ruang yang aman dan nyaman, bebas dari ancaman bencana yang tak terduga dan dapat menghambat perkembangan mereka ke depan.
Kami percaya bahwa penanggulangan bencana yang efektif dan berkelanjutan mampu memperkuat rasa aman warga serta menyelamatkan masa depan Kabupaten Lebak dari bahaya yang berulang. Untuk mencapai hal ini, sinergi strategis harus selalu menjadi prioritas utama, dibarengi dengan komitmen nyata dari semua pihak demi masa depan yang lebih baik dan berdaya. ucapnya,”
Semoga langkah nyata dan kolaborasi yang efektif mampu mengatasi berbagai tantangan ini, dan Kabupaten Lebak kembali menjadi daerah yang aman, nyaman, serta tangguh menghadapi bahaya bencana di masa mendatang.
Editor : whili







