Lensa-informasi.com |Lebak, Banten — Kembali menelan korban jiwa, PT Cemindo Gemilang (CG) di Lebak, Banten, menghadapi sorotan tajam setelah seorang pekerja diduga terpeleset dan tersengat mesin produksi. Insiden tragis ini terjadi pada Selasa, 7 April 2026, menambah panjang daftar kecelakaan fatal yang menimpa perusahaan tersebut.
Rentetan insiden serius yang terjadi di area operasional pabrik ini menguak lemahnya penerapan Sistem Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), memperlihatkan potensi kelalaian yang mengancam nyawa pekerja. Sebelumnya, pada tahun 2023 dan 2025, sejumlah kecelakaan berat menyebabkan puluhan korban luka dan empat pekerja meninggal dunia.
Menanggapi hal tersebut, Badan Penelitian Aset Negara (BPAN LAI), melalui Jhon Dani, mendesak Dinas Tenaga Kerja Provinsi Banten melakukan investigasi menyeluruh. Jhon menegaskan, insiden berulang ini menandakan adanya kelemahan sistemik dalam pengawasan dan penerapan standar K3 di perusahaan tersebut.
“Ini bukan lagi kecelakaan biasa. Jika kejadian serupa terus berulang dan menelan korban jiwa, sudah saatnya kita menilai adanya kelalaian serius. Sistem pengawasan harus diperketat,” tegas Jhon.
BPAN LAI menuntut agar proses investigasi tidak terbatas pada pemeriksaan administratif. Pihak berwenang harus melakukan audit lapangan secara komprehensif meliputi prosedur operasional, ketersediaan dan kelayakan alat, serta perlindungan pekerja. Transparansi hasil investigasi dan sanksi tegas terhadap pelanggaran wajib menjadi prioritas.
Sampai berita ini diturunkan, pihak perusahaan belum memberikan keterangan resmi terkait insiden terbaru ini. Masyarakat, serta aktivis ketenagakerjaan, mendesak pemerintah untuk segera mengambil langkah konkret guna mencegah tragedi serupa kembali terjadi.
Editor : whili







