Februari 14, 2026

Lensa-informasi.com,Jakarta, 11 Februari 2025 — Forum Mahasiswa Cinta Indonesia (FMCI) menggelar aksi unjuk rasa di depan Kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Rabu (11/2/2025).

Dalam aksi tersebut, mahasiswa mendesak DPP Partai Golkar segera memecat secara tidak hormat (PTDH) salah satu kadernya, Suistiqlal Efendi, S.E., M.Si., yang saat ini berstatus tersangka dugaan penipuan dan penggelapan investasi bodong tambang batu bara.

Aksi yang dimulai sekitar pukul 12.00 WIB itu diikuti puluhan mahasiswa dengan membawa spanduk dan poster berisi tuntutan agar partai berlambang pohon beringin tersebut bersikap tegas terhadap kader yang tersangkut persoalan hukum.

Koordinator aksi FMCI dalam orasinya menyampaikan bahwa Suistiqlal Efendi, yang merupakan Anggota DPRD Kabupaten Banyuasin aktif dari Fraksi Partai Golkar, telah ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan Surat Ketetapan Nomor: SK/20/VI/2025/Reskrim yang diterbitkan Polrestabes Palembang.

“Status tersangka ini membuktikan bahwa perkara tersebut telah masuk dalam proses hukum yang serius, bukan sekadar isu atau opini publik. Oleh karena itu, kami mendesak DPP Partai Golkar untuk segera mengambil langkah tegas berupa pemecatan tidak hormat,” ujar koordinator aksi.

FMCI menilai keterlibatan seorang anggota legislatif aktif dalam kasus dugaan investasi bodong merupakan pelanggaran serius terhadap etika dan integritas pejabat publik. Selain dinilai merugikan masyarakat secara materiel, kasus tersebut juga dianggap mencoreng nama baik DPRD Kabupaten Banyuasin serta Partai Golkar di mata publik.

Dalam pernyataan sikapnya, FMCI menegaskan bahwa partai politik seharusnya menjadi garda terdepan dalam menjaga moralitas kader dan menunjukkan komitmen terhadap penegakan hukum.

“Ketegasan DPP Partai Golkar akan menjadi tolok ukur keseriusan partai dalam menjaga integritas serta melindungi masyarakat dari praktik kejahatan investasi bodong,” tegasnya.

Aksi berlangsung tertib dengan pengawalan aparat kepolisian. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari DPP Partai Golkar terkait tuntutan yang disampaikan mahasiswa.

FMCI menyatakan akan terus mengawal proses hukum yang berjalan serta mendorong transparansi dan akuntabilitas dalam penanganan perkara tersebut. Mereka juga mengajak masyarakat untuk turut serta mengawasi dan menolak segala bentuk kejahatan ekonomi yang merugikan rakyat.

Aksi tersebut disebut sebagai bagian dari penyampaian pendapat di muka umum yang dijamin Undang-Undang Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum, sekaligus bentuk kontrol sosial mahasiswa terhadap penyelenggara negara.(red)