HATTI Sumsel Gelar Seminar Internasional, Bahas Inovasi Geoteknik untuk Infrastruktur Berkelanjutan

IMG-20260722-WA0150(1)

­

PALEMBANG – Himpunan Ahli Teknik Tanah Indonesia (HATTI) Provinsi Sumatera Selatan menggelar International Seminar bertajuk “Innovative Geotechnical Solutions for Future Infrastructure and Environmental Sustainability” di Hotel Aryaduta Palembang, Rabu (22/7/2026).

Seminar internasional ini menjadi wadah berkumpulnya akademisi, peneliti, praktisi, konsultan, kontraktor, mahasiswa, hingga pelaku industri konstruksi dari berbagai daerah dan mancanegara. Kegiatan tersebut bertujuan memperkuat kolaborasi sekaligus menjadi ajang bertukar pengetahuan mengenai perkembangan ilmu geoteknik dan penerapan teknologi terkini dalam mendukung pembangunan infrastruktur yang aman, tangguh, dan berkelanjutan.

 

Salah satu narasumber utama, Prof. Ir. Nurly Gofar, M.SCE., Ph.D., IPM., menjelaskan bahwa geoteknik merupakan cabang ilmu teknik sipil yang mempelajari perilaku tanah dan batuan sebagai dasar perencanaan berbagai konstruksi, mulai dari pondasi bangunan, jalan, jembatan, hingga stabilitas lereng.

Menurutnya, Indonesia memiliki tantangan geoteknik yang beragam sesuai karakteristik wilayahnya. Di pesisir timur Sumatera, misalnya, tantangan utama berupa tanah lunak yang berpotensi menyebabkan penurunan tanah (settlement), sedangkan di kawasan Pegunungan Bukit Barisan lebih banyak dihadapkan pada risiko longsor akibat ketidakstabilan lereng.

 

“Setiap daerah memiliki karakteristik tanah yang berbeda sehingga memerlukan metode penanganan yang berbeda pula. Berbagai inovasi dan teknologi geoteknik terus dikembangkan untuk memperkuat tanah lunak maupun meningkatkan stabilitas lereng sehingga pembangunan infrastruktur menjadi lebih aman dan berkelanjutan,” ujar Prof. Nurly Gofar.

 

Ia menambahkan, perkembangan teknologi geoteknik harus terus didukung melalui riset serta kolaborasi lintas sektor agar mampu menjawab tantangan pembangunan infrastruktur di masa depan tanpa mengabaikan aspek keberlanjutan lingkungan.

 

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, Insinyur Herdian Gumay, S.T., M.T., IPM., mengatakan seminar ini diharapkan mampu melahirkan berbagai gagasan, hasil penelitian, serta inovasi yang dapat menjadi referensi dalam perencanaan maupun pelaksanaan proyek-proyek infrastruktur, khususnya di Sumatera Selatan dan Indonesia.

 

“Konferensi ini menjadi ajang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan untuk berbagi hasil penelitian, pengalaman, serta inovasi terbaru di bidang geoteknik guna mendukung pembangunan infrastruktur yang tangguh, aman, dan berkelanjutan,” katanya.

 

Selain penyampaian materi, seminar juga diisi dengan diskusi interaktif dan sesi tanya jawab yang memberikan kesempatan kepada peserta untuk mendalami berbagai isu terkini di bidang teknik tanah dan geoteknik. Kegiatan ini sekaligus memperkuat sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, asosiasi profesi, dan dunia usaha dalam mendukung pembangunan nasional.

 

Seminar yang berlangsung di Hotel Aryaduta Palembang tersebut mendapat dukungan dari berbagai perusahaan dan institusi yang bergerak di bidang konstruksi, geoteknik, serta pengembangan infrastruktur sebagai bentuk komitmen bersama dalam mendorong pembangunan yang berkualitas, berkelanjutan, dan berwawasan lingkungan.

Rep,lilis