April 22, 2026

Lensa-informasi.com |Lebak, 23 Febuari 2026 – Cepi Umbara, Selaku Kabiro Hukum Pendekar Banten Korcam Wanasalam, hari ini dengan tegas menyuarakan keprihatinan mendalam terkait kondisi Dapur Makanan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah Kecamatan Wanasalam. Dalam paparan yang lugas dan berwibawa, Cepi menyoroti ketidak optimalan operasional dapur MBG serta dugaan pemangkasan anggaran resmi yang dicanangkan pemerintah pusat.

Berdasarkan pantauan langsung dan laporan dari masyarakat serta walimurid, kondisi dapur MBG saat ini dinilai jauh dari standar dan berpotensi membahayakan tujuan program. Ia menegaskan, bahwa realitas yang terjadi tidak hanya merugikan penerima manfaat, tetapi sekaligus mencederai kepercayaan terhadap upaya pemerintah dalam mewujudkan gizi yang layak bagi rakyat.

Lebih jauh, Cepi menyoroti kualitas dan nilai gizi menu MBG yang disajikan. Ia menyatakan, setelah perhitungan cermat, biaya konsumsi selama tiga hari yang diterima siswa hanya sekitar Rp 20.000 per orang — jauh dari target alokasi yang seharusnya mampu menyediakan makanan berkualitas dan bergizi sesuai kebutuhan penerima manfaat. Kondisi ini menunjukkan adanya ketidakefisienan dan kemungkinan pemotongan anggaran yang tidak sesuai ketetapan.

Dalam suasana tegas, perwakilan walimurid dan pendekar Wanasalam mendesak pihak berwajib untuk segera turun tangan. Mereka meminta kepolisian segera memanggil dan melakukan penyelidikan menyeluruh terhadap pengelola dapur MBG di wilayah tersebut. Apabila terbukti adanya dugaan pemangkasan anggaran secara melanggar hukum, pihak terkait harus mempertanggungjawabkan secara hukum dan diberi sanksi tegas.

“Kami menegaskan, jika dugaan ini benar, tidak ada ruang untuk mengabaikan. Penegakan hukum harus dilakukan tanpa pandang bulu demi menjaga kepercayaan masyarakat dan integritas program negara,” tegas perwakilan walimurid.

Harapan besar kini tertumpu pada langkah cepat, transparan, dan akuntabel dari aparat berwenang. Semoga permasalahan ini segera terselesaikan agar program MBG dapat berjalan optimal, dan tujuan utama meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya siswa, dapat tercapai sebagaimana dimaksud.

 

Editor : Whili