Lensa-informasi.com |Lebak – Penutupan sementara operasional Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG) di Desa Bejod, Kecamatan Wanasalam, Kabupaten Lebak, oleh Badan Gizi Nasional (BGN) telah menimbulkan keprihatinan berbagai pihak.
Meski langkah ini dipandang sebagai bagian dari proses evaluasi, praktisi pendidikan dari Lebak, Hida Nur Hidayat, mengingatkan agar kebijakan tersebut tetap memperhatikan keberlanjutan asupan gizi bagi peserta didik yang menjadi penerima manfaat.
Hida menilai bahwa penghentian distribusi Makanan Bergizi Gratis (MBG) secara tiba-tiba dan tanpa penanganan yang tepat dapat menghambat perkembangan gizi anak-anak sekolah. Ia menegaskan, bahwa jeda dalam distribusi ini berpotensi menurunkan efektivitas program dan berimplikasi terhadap kemajuan target kesehatan anak.
“anak-anak yang tidak lagi menerima MBG dalam jangka waktu tertentu tentu akan mempengaruhi proses pertumbuhan dan perkembangan gizinya. Penutupan yang berlarut-larut secara tidak langsung dapat mengurangi semangat Presiden dalam mengakselerasi program gizi untuk anak sekolah, ibu hamil, dan ibu menyusui,” ujarnya dalam keterangan pers, Senin (13/4/2026).
Hida juga menekankan pentingnya penanganan terhadap kesalahan operasional SPPG dilakukan secara cepat dan tepat. Ia berharap proses evaluasi bisa berjalan efisien sehingga distribusi makanan dapat segera normal kembali.
“Jika ditemukan kekurangan teknis, penanganannya seharusnya tidak memakan waktu lama. Minimal satu hari, kecuali jika kesalahan tersebut bersifat serius atau berulang,” tambahnya.
Sebagai solusi alternatif, Hida mengusulkan agar BGN menerapkan skema mitigasi saat sebuah dapur SPPG menghadapi sanksi. Salah satunya dengan mengalihkan beban produksi ke dapur SPPG terdekat, sehingga keberlanjutan program dapat tetap terjamin.
“Lebih baik, pemberian MBG tidak dihentikan secara total. BGN dapat memerintahkan dapur SPPG terdekat untuk menutupi wilayah terdampak. Dengan demikian, perkembangan gizi penerima manfaat tetap terpantau secara efektif, dan program nasional ini tetap berjalan dengan akuntabel,” pungkasnya.







