Program Revitalisasi di SMKN Negeri 1 Sekayu Diduga Tidak Transparan Wartawan Tidak Diizinkan Mengambil Gambar
Lensa-Informasi.Com – MUBA – Program revitalisasi di SMK Negeri 1 Sekayu, tahun anggaran 2026 senilai Rp. 2,8 miliar diduga dalam teknis pelaksanaannya tidak transparan dan tidak melibatkan masyarakat sekitar. Bahkan, para pekerja didatangkan dari propinsi Lampung dan belitang, Kabupaten OKU Timur.
Ironisnya, sejumlah wartawan yang ingin melakukan fungsi kontrol tidak diizinkan oleh pihak sekolah untuk melihat langsung dan mengambil gambar. Pihak sekolah beralasan, untuk melihat langsung proses pengerjaan harus mengantongi izin dari dinas pendidikan propinsi Sumatera Selatan.
Kepala sekolah SMK Negeri 1 Sekayu saat akan dikonfirmasi tidak berada di tempat. “Bapak kepsek sedang tidak berada di tempat,” kata petugas security di sekolah itu.
Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas SMKN 1 Sekayu Novi Astuti, S.Pd saat dikonfirmasi mengaku tidak bisa menjelaskan terkait revitalisai, karena memang dirinya tidak dilibatkan dalam pembangunan tersebut.
“Saya tau ada bangunan di belakang, tapi tidak tau itu bangunan apa saja dan berapa jumlah dana yang digunakan dalam pembangunan itu,” katanya katanya seraya mengatakan, untuk jelasnya bisa dikonfirmasikan kepada ketua panitia pelaksananya.
Sementara itu, Wakil Kepala Sekolah Bidang Sapras Martius, S.Pd. M.M yang juga sebagai Ketua panitia pelaksana program revitalisasi SMKN 1 Sekayu mengatakan, program revitalisasi meliputi, bangun baru 2 unit Gedung RPS digital dan RPS bisnis Ritel, Rehab ruang kelas sebanyak 7 kelas, rehab WC, dengan jumlah dana keseluruhan Rp. 2, 8 Milyar.
“Saat ini pembangunan sudah mencapai 80 persen. Tinggal proses finising. Pekerjaan tinggal pengecatan. Mudah mudahan bulan depan, persisnya November 2026 sudah bisa diselesaikan,” katanya seraya mengatakan anggaran sudah turun 100 persen.
Untuk para pekerja, Matius menyebut pihaknya mempekerjakan pekerja dari propinsi Lampung dan dari Belitang, kabupaten OKU Timur. Menurutnya, saat ini pekerja dari Lampung sudah pulang, sementara yang masih tinggal pekerja dari Belitang yang menyelesaikan pekerjaan finising.
Saat wartawan meminta izin untuk mengambil gambar program revitalisasi sekolah di SMKN 1 Sekayu yang sedang berjalan, ketua panitia tidak mengizinkan dan hanya mau mengirimkan foto foto dari ponselnya.
“Tidak usah melihat langsung pak, saya kirim aja foto fotonya. Tidak perku ke lokasi, cukup saya kirim saja foto – fotonya, sama aja kan pak,” katanya.
Ketika ditanya, mengapa kita tidak diizinkan langsung mengambil gambar, wakil kepsek bidang Sapras beralasan karena tidak ada izin dari dinas pendidikan propinsi Sumsel.
“Tadi dinas mengintruksikan, kirim saja gambar, tidak usa wartawan ngambil foto sendiri,” katanya.
Sementara itu Plt. Kabid SMK Dinas Pendidikan Propinsi Sumsel, Likwanyu saat dikonfirmasi via ponselnya tidak memberikan jawaban. Sampai berita ini ditayangkan belum memberikan klarifikasinya. (Tim,/miril).
