PERNYATAAN SIKAP KEHORMATAN SUARA KEDAULATAN RAKYAT UNTUK KOTA BENGKULU
PERNYATAAN SIKAP KEHORMATAN SUARA KEDAULATAN RAKYAT UNTUK KOTA BENGKULU, 6 november 2026: foto (rizki triyanto)
Bengkulu Lensa informasi,-6 November 2026Rakyat bukan musuh negara. Rakyat adalah pemilik sah kedaulatan negeri ini.
Atas nama Gerakan Perjuangan Pemuda Bengkulu dan DPW Kedaulatan Rakyat Indonesia, saya menyatakan dukungan penuh dan tanpa ragu terhadap sikap tegas yang disampaikan oleh Legislator Senior PAN, Bapak Kusmito, Anggota Dewan 3 Periode, yang menyesalkan tindakan Satpol PP yang dipimpin Kasatpol PP dalam penertiban Pedagang Kaki Lima di badan jalan.
Apa yang disampaikan beliau bukan sekadar kritik. Itu adalah suara nurani rakyat. Itu adalah suara parlemen yang masih berpihak kepada wong cilik.
Kami menyesalkan cara penertiban yang dilakukan dengan pendekatan kekuasaan, bukan dengan pendekatan kemanusiaan. Pedagang kaki lima itu bukan penjahat. Mereka adalah rakyat yang sedang berjuang menghidupi keluarganya di tengah sulitnya ekonomi. Mereka berjualan bukan karena malas, tapi karena negara belum mampu menyediakan lapangan kerja dan ruang usaha yang layak bagi mereka.
Slogan Bantu Rakyat dan Kedaulatan Rakyat jangan hanya menjadi pajangan di baliho saat kampanye. Kedaulatan itu harus hadir di lapangan, saat rakyat kecil berhadapan dengan aparat.
Tanpa rakyat, kita ini bukan siapa-siapa. Tanpa rakyat, tidak ada Walikota, tidak ada Dewan, tidak ada Kasatpol PP. Semua jabatan itu lahir dari suara rakyat. Maka memperlakukan rakyat dengan arogan adalah bentuk pengkhianatan terhadap amanah itu sendiri.
Kami juga mempertanyakan sikap Kuasa Hukum Pemkot. Seharusnya kuasa hukum itu turun langsung ke lapangan, melihat realita, mendengar jeritan pedagang, dan memberikan solusi yang humanis. Bukan duduk di balik meja dan membela tindakan yang melukai hati rakyat dengan dalih aturan. Hukum itu dibuat untuk melindungi rakyat, bukan untuk menakut-nakuti rakyat.
Pemerintahan Kota Bengkulu seharusnya menjadi keluarga bagi warganya. Bukan menjadi momok yang menakutkan. Bukan menjadi algojo yang datang hanya untuk menggusur, menyita, dan membentak.
Oleh karena itu, kami menyampaikan pesan terbuka kepada Walikota Bengkulu, Dr. H. Dedy Wahyudi:
Turunlah, Pak Wali. Dekatkan diri kepada masyarakat. Dengar langsung keluhan mereka.
Warga Kota Bengkulu mendukung Bapak menjadi Walikota karena rindu akan keharmonisan. Rindu akan pemimpin yang merangkul, bukan memukul. Rindu akan pemimpin yang menjadikan warga sebagai keluarga, bukan sebagai beban.
Jangan biarkan satu tindakan arogan aparat merusak kepercayaan besar yang sudah rakyat titipkan kepada Bapak.
Kami, GPPB dan Kedaulatan Rakyat Indonesia, akan berdiri di garda terdepan membela rakyat kecil. Kami akan mengawal kasus ini sampai ada keadilan, ada evaluasi, dan ada perubahan cara penertiban yang lebih humanis, bermartabat, dan berkeadilan.
Rakyat adalah pimpinan tertinggi di negara ini.
Kedaulatan ada di tangan rakyat, bukan di tangan kekuasaan.
Publisher : Red
