Festival Seni Adat dan Anjungan Sumsel 2026 Jadi Ajang Promosi Budaya dan Pariwisata Daerah

IMG_20260624_105120

filter: 0; jpegRotation: 0; fileterIntensity: 0.000000; filterMask: 0; module:1facing:0; hw-remosaic: 0; touch: (0.19999999, 0.19999999); modeInfo: ; sceneMode: Auto; cct_value: 0; AI_Scene: (-1, -1); aec_lux: 113.0; hist255: 0.0; hist252~255: 0.0; hist0~15: 0.0;

 

Palembang,Lensa informasi.com – Festival Seni Adat dan Anjungan Sumatera Selatan (Sumsel) Tahun 2026 resmi dibuka dan menjadi ajang promosi budaya serta pariwisata daerah. Kegiatan yang berlangsung di kawasan Anjungan Dekranasda Sumsel, Jakabaring, Palembang, Rabu (24/6/2026), menghadirkan beragam pertunjukan seni budaya dan tradisi khas dari 17 kabupaten/kota se-Sumatera Selatan.

Pembukaan festival berlangsung meriah dan diresmikan oleh Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru, didampingi jajaran Pemerintah Provinsi Sumsel, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumsel, para kepala daerah, tokoh adat, budayawan, serta masyarakat yang memadati lokasi kegiatan.

 

Dalam sambutannya, Gubernur Herman Deru mengatakan bahwa Festival Seni Adat dan Anjungan merupakan salah satu upaya nyata dalam melestarikan warisan budaya sekaligus memperkenalkan potensi pariwisata yang dimiliki setiap daerah di Sumatera Selatan.

 

“Festival ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkuat identitas budaya daerah, menumbuhkan rasa bangga terhadap kearifan lokal, serta memperkenalkan potensi wisata Sumsel kepada masyarakat luas,” ujarnya.

 

Berbagai penampilan seni tradisional ditampilkan dalam festival tersebut, mulai dari tarian daerah, musik tradisional, hingga atraksi budaya yang menggambarkan kekayaan adat istiadat masyarakat Sumatera Selatan.

Selain itu, masing-masing anjungan kabupaten/kota menampilkan keunggulan daerahnya, baik dari sektor budaya, kerajinan, kuliner maupun destinasi wisata unggulan.

 

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumsel DR. H Rudi Irawan S,Sos,M.Si menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi wadah bagi daerah untuk menampilkan kreativitas sekaligus memperkuat promosi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

“Melalui festival ini, masyarakat dapat mengenal lebih dekat keberagaman budaya yang dimiliki Sumatera Selatan.

Kami berharap kegiatan ini mampu meningkatkan kunjungan wisatawan dan mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif daerah,” katanya.

 

Antusiasme masyarakat terlihat sejak hari pertama pelaksanaan festival. Pengunjung tidak hanya disuguhkan berbagai pertunjukan budaya, tetapi juga dapat menikmati pameran produk kerajinan, kuliner khas daerah, serta berbagai atraksi yang menggambarkan kekayaan budaya Bumi Sriwijaya.

 

Festival Seni Adat dan Anjungan Sumsel 2026 diharapkan menjadi momentum penting dalam menjaga kelestarian budaya daerah, mempererat persatuan antar kabupaten/kota, serta memperkuat posisi Sumatera Selatan sebagai salah satu destinasi wisata budaya unggulan di Indonesia.

 

Rep,lilis