Festival Teater Sumatera IV 2026 Resmi Dibuka, Sultan Iskandar Palembang Darussalam Ke-XI Dorong Kemajuan Seni dan Budaya Sumatera

IMG-20261008-WA0000

Lensa-Informasi.com.Semangat seni pertunjukan kembali menggema di Kota Palembang. Festival Teater Sumatera IV resmi dibuka di Graha Budaya Taman Budaya Sriwijaya, Jakabaring, Selasa (6/10/2026).

Pembukaan festival turut dihadiri Sultan Iskandar Mahmud Badaruddin, Sultan Palembang Darussalam ke-XI, Wakil Wali Kota Prabumulih Franky Nasrul, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumatera Selatan Dr. H. Rudi Irawan, S.Sos., M.Si., Ketua DWP Disbudpar Sumatera Selatan Ny. Hj. Rainy Setiawati Rudi Irawan, Kepala UPTD Taman Budaya Sriwijaya dan Wisata Lidya Catrin Kalalo, S.Kom., M.Si., Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumatera Selatan Hi. Vinita Citra Karini, SE., M.Si., serta jajaran pejabat Eselon III dan IV di lingkungan Disbudpar Sumatera Selatan.

Mengusung tema “Merawat Bukit Barisan”, festival ini menjadi ruang pertemuan bagi insan teater dari berbagai penjuru Pulau Sumatera untuk menampilkan karya sekaligus memperkuat jejaring seni dan budaya.

Festival yang berlangsung selama dua hari, 6-7 Oktober 2026, menghadirkan beragam pertunjukan teater, eksplorasi artistik hingga ruang apresiasi budaya yang dapat dinikmati masyarakat secara gratis.

Sebanyak 10 provinsi ambil bagian dalam Festival Teater Sumatera IV, yakni Sumatera Selatan, Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Bengkulu, Lampung dan Bangka Belitung.

Masing-masing kontingen membawa identitas budaya, karakter pementasan serta kekayaan tradisi daerah yang dituangkan dalam karya mereka.

Pembukaan festival dilakukan Gubernur Sumatera Selatan yang diwakili Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Pandji Tjahjanto.

Dalam sambutannya, Pandji mengatakan tema “Merawat Bukit Barisan” memiliki makna yang luas. Menurutnya, merawat Bukit Barisan bukan hanya berkaitan dengan menjaga bentang alam, tetapi juga melestarikan warisan budaya yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Merawat Bukit Barisan berarti merawat alam sekaligus budaya yang menjadi jati diri masyarakat Sumatera,” ujar Pandji.

Menurut Pandji, festival tersebut menjadi ruang bagi para seniman untuk saling berbagi inspirasi, memperluas kolaborasi kreatif sekaligus melahirkan gagasan baru yang dapat memperkaya dunia seni pertunjukan Indonesia.

Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, kata dia, berkomitmen terus memberikan dukungan terhadap perkembangan seni dan budaya, khususnya bagi generasi muda yang memiliki potensi di bidang teater.

Festival seperti ini diharapkan mampu melahirkan regenerasi pelaku seni yang berkualitas,” tukasnya.

Sementara itu, Sultan Iskandar Mahmud Badaruddin menyampaikan bahwa seni dan budaya merupakan bagian penting dari jati diri masyarakat yang harus terus dijaga dan dikembangkan.

Menurutnya, kemajuan seni budaya di Kota Palembang dan Sumatera Selatan membutuhkan dukungan bersama dari pemerintah, seniman, budayawan, tokoh masyarakat serta generasi muda.

“Budaya adalah jati diri dan warisan yang harus kita jaga bersama. Kemajuan seni budaya di Palembang dan Sumatera Selatan harus terus didorong agar tetap hidup dan berkembang di tengah masyarakat, khususnya di kalangan generasi muda,” ujar Sultan Iskandar.

Ia juga berharap kegiatan seperti Festival Teater Sumatera dapat menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengenal, mencintai dan mengembangkan seni budaya daerah.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Prabumulih Franky Nasrul menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan festival tersebut. Kehadirannya sekaligus menjadi bentuk dukungan terhadap kontingen Kota Prabumulih yang dipercaya mewakili Sumatera Selatan.

Kami bangga Prabumulih dipercaya membawa nama Sumsel. Semoga tampil maksimal dan menginspirasi,” kata Franky.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumatera Selatan Rudi Irawan mengatakan Festival Teater Sumatera IV menjadi wadah strategis untuk menjaga kesinambungan seni teater sekaligus memperkuat identitas budaya daerah di tengah perkembangan zaman.

Festival ini menjadi ruang untuk berkarya, berkolaborasi dan memperkuat identitas budaya daerah di tengah perkembangan zaman,” ujar Rudi.

Apresiasi juga disampaikan perwakilan peserta asal Bengkulu, Emong. Ia menilai festival tersebut memberikan ruang bagi para pegiat teater untuk belajar dan bertukar pengalaman.

Festival Teater ini membuka ruang belajar, bertukar pengalaman, sekaligus mempererat persaudaraan antarseniman Sumatera,” ujarnya.

Menutup rangkaian pembukaan, Rudi mengajak seluruh peserta menampilkan karya terbaik sekaligus menjadikan festival sebagai ruang untuk memperkuat kolaborasi dan menjaga warisan budaya.

“Mari jadikan festival ini sebagai ruang berkarya, berkolaborasi, dan menjaga warisan budaya Sumatera untuk generasi mendatang,” tutup Rudi.

 

(Basith)