Mei 5, 2026

Lensa-Informasi.Com – Palembang, 5 Mei 2026 – Gerakan Bersama Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (Gebrak Rutilahu) digelar meriah di wilayah Kelurahan 11 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu Dua, Kota Palembang, Senin ini. Kegiatan yang bertujuan meningkatkan kualitas hunian warga kurang mampu ini dibuka langsung oleh Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru, S.H., M.M.

Turut hadir secara langsung dalam kegiatan ini Wali Kota Palembang, H. Ratu Dewa, M.Si., Plt. Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Provinsi Sumsel, Ir. H. Novian Aswardani, serta Lurah Sebelas Ulu, Arianto, S.E., M.Si., selaku tuan rumah, disertai jajaran pejabat daerah dan masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Gubernur Herman Deru menyambut baik pelaksanaan program ini sebagai wujud kepedulian nyata pemerintah terhadap kebutuhan dasar warga. Menurutnya, rumah yang layak, sehat, dan aman adalah hak setiap warga negara, serta menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah pusat, daerah, dan seluruh elemen masyarakat untuk mewujudkannya.

“Program Gebrak Rutilahu ini sejalan dengan arahan nasional untuk memperbaiki jutaan rumah tidak layak huni di seluruh Indonesia. Di Sumsel, kami berkomitmen memastikan program ini berjalan tepat sasaran, transparan, dan memberikan manfaat nyata bagi warga yang benar-benar membutuhkan,” tegas Herman Deru.

Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, dalam keterangannya menyampaikan dukungan penuh Pemerintah Kota Palembang terhadap gerakan ini. Ia menegaskan perbaikan rumah tidak hanya soal renovasi fisik, melainkan upaya mengangkat derajat dan kesejahteraan warga, terutama di kawasan permukiman yang selama ini menjadi perhatian khusus, seperti wilayah Seberang Ulu.

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Perkim Provinsi Sumsel, Ir. H. Novian Aswardani, menyampaikan tanggapan resmi terkait pelaksanaan program ini sekaligus menjelaskan data dan strategi penanganan yang telah disiapkan pihaknya. Ia menyebutkan, target awal perbaikan rumah tahun ini ditetapkan sebanyak 5.000 unit di seluruh Sumatera Selatan, namun berdasarkan hasil pendataan akurat dari 17 kabupaten/kota, kebutuhan riil mencapai 6.525 unit rumah yang memerlukan penanganan segera.

“Angka ini memang melebihi target awal kami, namun ini menjadi tantangan sekaligus semangat bagi kami. Kami berharap hingga akhir tahun nanti, capaian kami tidak menyimpang jauh dari angka kebutuhan tersebut, sama seperti capaian tahun lalu yang penyimpangan datanya sangat kecil. Secara persentase, tantangan utama kami saat ini adalah menekan angka kekurangan rumah layak huni atau backlog yang saat ini diperkirakan masih berada di kisaran 10 hingga 15 persen secara keseluruhan,” jelas Novian Aswardani.

Ia juga menegaskan bahwa penanganan Rutilahu tidak lagi hanya mengandalkan anggaran pemerintah, melainkan melibatkan berbagai skema kolaborasi, termasuk dukungan dari Badan Wakaf Muhammadiyah (BWM), para pengusaha, serta program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (CSR) BUMN maupun BUMD. Pihaknya menekankan prinsip transparansi sebagai syarat utama pelaksanaan program, sesuai arahan Gubernur.

“Peran pemerintah di sini adalah sebagai pemantik dan pengarah. Kami menyediakan data lengkap dan valid, mencantumkan nama serta alamat penerima manfaat yang benar-benar berhak dibantu. Kami persilakan para donatur dan mitra untuk datang langsung menyalurkan bantuannya ke rumah warga tersebut. Pemerintah tidak akan masuk terlalu dalam dalam proses penyaluran, tugas kami hanya memantau dan memastikan bantuan itu tepat sasaran dan tidak ada kecurigaan di tengah masyarakat,” tambahnya.

Lebih lanjut, Novian juga memohon dukungan seluruh elemen, khususnya awak media, untuk ikut menyosialisasikan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan membuang sampah pada tempatnya. Menurutnya, hunian yang layak harus didukung dengan lingkungan yang sehat demi melahirkan generasi masa depan yang lebih berkualitas.

Sementara itu, Lurah Sebelas Ulu, Arianto, melaporkan bahwa di wilayah kerjanya tercatat sejumlah rumah yang kondisinya belum memenuhi standar kelayakan huni, mulai dari atap bocor, lantai tanah, hingga kurangnya akses sanitasi yang layak. Menurutnya, kegiatan ini menjadi harapan besar bagi warga, sekaligus bukti nyata perhatian pemerintah yang hadir langsung di tengah masyarakat.

“Kami sangat berterima kasih atas perhatian yang diberikan. Pendataan penerima manfaat sudah kami lakukan secara teliti, berdasarkan kebutuhan riil warga, agar bantuan ini tepat diberikan kepada yang paling memerlukan. Kami juga mengajak seluruh warga untuk ikut bergotong royong dalam pelaksanaan perbaikan ini,” jelas Arianto.

Gebrak Rutilahu merupakan program kolaborasi yang melibatkan pemerintah daerah, dunia usaha, serta masyarakat, bertujuan mempercepat penanganan rumah tidak layak huni melalui perbaikan atap, dinding, lantai, hingga penambahan fasilitas sanitasi dan ventilasi yang sehat. Di Kelurahan 11 Ulu, kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal perbaikan lingkungan permukiman yang lebih layak dan nyaman bagi penghuninya.

Warga setempat pun menyambut antusias kedatangan para pejabat dan pelaksanaan kegiatan ini, berharap rumah mereka segera menjadi tempat tinggal yang lebih aman dan sehat. Pemerintah berjanji akan terus melanjutkan program serupa di wilayah-wilayah lain di Palembang maupun se-Sumatera Selatan.

Rep,lilis