April 23, 2026

Lensa-Informasi.com.Ketua Umum Forum Cakar Sriwijaya Sumsel, Geri Hari Wijaya, secara tegas menyatakan dukungan penuh terhadap arahan Prabowo Subianto dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah tekanan global yang kian brutal dan tak menentu.

Dalam pernyataannya, ia menegaskan bahwa pemerintah tidak boleh main-main dalam menjaga defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tetap di bawah 3 persen. “Ini bukan sekadar angka, ini soal kredibilitas negara. Kalau sampai jebol, dampaknya bisa menghantam langsung ke rakyat,” tegasnya. Ia juga mengingatkan bahwa kebijakan tersebut bukan muncul tiba-tiba, melainkan hasil pembahasan serius di sidang paripurna dan koordinasi dengan kementerian teknis.

Terkait rencana kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), Geri tidak menutup mata terhadap potensi gejolak di masyarakat. Ia menyebut kebijakan ini sebagai langkah pahit yang tak terhindarkan. “Rakyat pasti terdampak, harga kebutuhan akan ikut naik. Tapi pemerintah tidak tinggal diam. Presiden sudah siapkan langkah penyeimbang, salah satunya mendorong peningkatan produksi, terutama di sektor batu bara untuk mendongkrak pendapatan negara,” ujarnya tajam.

Lebih lanjut, ia menyoroti langkah Presiden dalam sektor energi yang dinilai progresif namun menantang. Dengan harga minyak dunia yang terus meroket, pemerintah didorong untuk tidak bergantung pada energi lama. “Ini momentum beralih. Pembangkit listrik tenaga surya bukan lagi pilihan, tapi keharusan kalau kita tidak mau terus tersandera harga minyak global,” katanya.

Geri juga menggarisbawahi kebijakan efisiensi yang dinilai cukup berani. Skema kerja 50 persen dari rumah (work from home) hingga wacana pemangkasan hari kerja menjadi empat hari dalam sepekan disebut sebagai langkah tidak biasa, namun relevan dalam situasi tekanan ekonomi. “Ini bukan soal gaya kerja, ini soal bertahan. Semua sektor harus ikut menyesuaikan, tidak bisa jalan sendiri-sendiri,” ujarnya.

Yang tak kalah mengejutkan, ia menyebut adanya komitmen dari pejabat tinggi negara untuk ikut berkorban. Anggota kabinet hingga DPR disebut siap memangkas gaji demi membantu masyarakat yang terhimpit ekonomi. “Kalau ini benar dijalankan, ini bukti bahwa pemerintah tidak hanya menyuruh rakyat berhemat, tapi juga ikut merasakan,” katanya.

Di akhir pernyataannya, Geri menegaskan bahwa pemerintah tidak boleh setengah hati dalam membuka informasi kepada publik. Jangan ada yang ditutup-tutupi. Rakyat berhak tahu arah kebijakan negara. Kalau semua sudah matang, sampaikan secara terang. Kepercayaan publik itu mahal,” pungkasnya.

Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak hanya mengkritik, tetapi juga ikut mengawal dan mendukung kebijakan demi menjaga stabilitas ekonomi dan menyelamatkan kesejahteraan rakyat. “Ini bukan lagi soal pilihan, ini soal masa depan bangsa.

 

(Reporter : pros hansen)