Lensa-informasi.com |Sukabumi -Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Warungkiara tengah jadi sorotan publik yang mana ada banyak dugaan permasalahan disana namun belakangan ini juga ramai di pemberitaan bahwa kalapas seolah olah anti kritik sebagai pejabat publik.
Puncaknya hari ini masa aksi hadir dilapas warungkiara untuk menyuarakan aspirasi mereka kepada kementrian imigrasi dan pemasyarakatan yang mana pendemo yang mengatas namakan diri dari Grasi ini mendesak kementrian agar mencopot kalapas warungkiara. Senin (15/12/2025)
Yang di nilai gagal dalam melakukan pembinaan malah terkesan melakukan pembiaran dengan banyak dugaan keras permasalahan di dalam lapas” Cetus Orator Aksi.
Tidak hanya itu Lapas warungkiara juga di soroti diberbagai media termasuk di youtube milik lapas yang mana banyak sekali komentar buruk dan keluhan yang ad disana mulai dari dugaan pungli dugaan jual beli kamar ,dugaan masuknya handphone kedalam lapas , serta dugaan adanya wartel bahkan sampai banyak lagi dugaan lainya.
Tuntutan dari masa aksi yang tergabung dalam kelompok grasi ini .
Copot Kalapas Warungkiara.
Usut dugaan peredaran barang terlarang didalam lapas.
Audit Lapas warungkiara ,terutama terkait pengawasan alat komunikasi
Pecat dengan tidak hormat bagi ASN yang terbukti memfasilitasi masuknya barang haram atau pun alat komunikasi kedalam lapas.
Hukum pejabat lapas yang terbukti lalai atau terlibat dalam dugaan peraktik suap dan grarifikasi
Pindahkan warga binaan yang klasifikasi extra ke nusakambangan
Copot kalapas arogan dan merasa hebat.
Dengan hal hal itu serta adanya tuntutan dari masa aksi sehingga jelas pihak Kementrian harus segera ambil sikap bahkan perlu juga melakukan audit terkait lahan yang digunakan oleh lapas.
Serta ada juga sorotan tajam publik belakangan ini mengenai izin peternakan yang ada di dalam lapas yang mana dalih pemberdayaan masyarakat binaan seolah olah non komersial namun ternyata disana terjadi komersial .
Dan juga terkait beberapa perizinan mengenai peternakan sapi dan pengelolaan ipal serta amdal disana diduga tidak ada.
Sehingga jelas masa aksi hari ini datang tidak hanya sampai disini dan kami akan datang kembali untuk menggelar aksi lanjutan sampai dengan kalapas benar benar di copot atau di pindahkan dari sini.
Karena jelas apa yang terjadi di lapas hari ini tidak hanya sekedar omong kosong belaka ini sudah fakta dan banyak sekali keluhan masyarakat akan adanya dugaan pungli dan hal hal lain disana. pungkas salah satu masa aksi,”
(Tim Red)







