Januari 31, 2026

Lensa-informasi.com |Pandeglang, 31 Januari 2026 – Proyek strategis Preservasi Jalan Sumur, Cibaliung, Muara Binuangen Tahap I kini tengah menjadi pusat perhatian publik dan berbagai elemen masyarakat. Dengan Nomor Kontak: HK.0102/KTR-eKTG/Bb27/PJN2/PPK2.2/81, proyek ini bernilai sebesar Rp 6.362.887.000,00 dan bersumber dari Dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2025. Waktu pelaksanaan selama 232 hari kalender, dengan masa pemeliharaan selama 365 hari kalender, menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga kualitas infrastruktur di daerah ini.

 

Namun, yang menjadi sorotan tajam sekaligus keprihatinan adalah hasil pekerjaan yang diduga asal jadi, bahkan terkesan terburu-buru dan tidak memenuhi standar kualitas yang telah ditetapkan. Dugaan ini diungkapkan oleh tokoh pemuda setempat, Darwin, yang menyayangkan kerusakan parah yang terjadi bahkan hanya beberapa bulan setelah pengerjaan selesai. Ia menyatakan, “Saya sangat prihatin dengan kondisi jalan yang baru saja selesai diperbaiki, tetapi sudah mengalami kerusakan parah. Ini menandakan bahwa pekerjaan yang dilakukan tidak serius dan asal-asalan.” Darwin juga menyampaikan kekhawatirannya bahwa pengerjaan yang tidak berkualitas ini bukan hanya merugikan keuangan negara, tetapi juga memperburuk kondisi masyarakat yang bergantung pada infrastruktur tersebut. ucapnya,”

 

Tak hanya tokoh pemuda Cikeusik, Ketua Umum LSM Amok Banten, Tubagus Aji pun menegaskan perlunya langkah tegas dari pihak terkait. Ia berharap agar dinas yang bertanggung jawab segera melakukan penindakan terhadap penyedia jasa yang diduga melakukan pekerjaan asal-asalan. Tidak menutup kemungkinan, ia menyarankan agar PT. Lumbung Pinayung RisQi, penyedia jasa yang melaksanakan proyek ini, diberi sanksi tegas maupun daftar hitam (blacklist) jika terbukti melakukan pelaksanaan pekerjaan yang merugikan negara dan masyarakat.

 

Dugaan asal jadi ini menimbulkan keprihatinan mendalam terhadap pengawasan dan pengendalian mutu dalam pelaksanaan proyek infrastruktur di wilayah ini. Masyarakat berharap agar pihak berwenang tidak tinggal diam dan segera melakukan investigasi menyeluruh untuk memastikan kualitas pekerjaan serta mencegah kejadian serupa di masa mendatang. Papar Tubagus Aji,”

 

Kinerja dan integritas dalam pengelolaan dana negara adalah cerminan dari komitmen pemerintah terhadap pembangunan yang berkualitas dan keberpihakan terhadap kepentingan rakyat. Kegagalan dalam memastikan mutu proyek seperti ini tidak hanya menimbulkan kerugian finansial, tetapi juga mengikis kepercayaan masyarakat terhadap institusi yang bertanggung jawab.

 

Pihak-pihak terkait diharapkan serius dalam mengusut tuntas permasalahan ini, menjadikan pembelajaran berharga, serta menegakkan rasa keadilan dan transparansi demi keberlanjutan pembangunan yang sehat dan berkelanjutan.

 

Editor : whili