Ratu Dewa Revitalisasi 114 Sungai Palembang, ASN Gotong Royong Himpun 22 Ton Beras untuk Warga

IMG_20261014_102427

filter: 0; jpegRotation: 0; fileterIntensity: 0.000000; filterMask: 0; module:1facing:0; hw-remosaic: 0; touch: (-1.0, -1.0); modeInfo: ; sceneMode: Auto; cct_value: 0; AI_Scene: (-1, -1); aec_lux: 15.0; hist255: 0.0; hist252~255: 0.0; hist0~15: 0.0;

 

PALEMBANG ,Lensainformasi.com _ Pemerintah Kota Palembang terus mendorong pelestarian dan revitalisasi sungai untuk menjaga sejarah dan budaya sekaligus mengatasi persoalan genangan air. Di sisi lain, kepedulian terhadap masyarakat terdampak kabut asap diwujudkan melalui pengumpulan 22 ton beras oleh aparatur sipil negara (ASN) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

Hal tersebut disampaikan Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, saat menghadiri Seminar Sejarah 114 Sungai di Kota Palembang yang berlangsung di Ruang Parameswara, Rabu (14/10/2026).

Revitalisasi Sungai untuk Menjaga Sejarah dan Mengatasi Genangan

Ratu Dewa mengatakan, sungai memiliki peran penting dalam sejarah perkembangan Kota Palembang. Selain menjadi jalur transportasi dan aktivitas ekonomi masyarakat pada masa lalu, sungai juga merupakan bagian dari identitas dan warisan budaya daerah.

Ia berharap seminar tersebut menghasilkan rekomendasi konkret dari akademisi, sejarawan, komunitas pemerhati sungai, dan masyarakat untuk mendukung pelestarian sungai di Palembang.

Menurutnya, pendokumentasian sejarah 114 sungai tidak boleh berhenti sebagai catatan sejarah, tetapi harus menjadi gerakan bersama untuk meningkatkan kepedulian terhadap kelestarian sungai.

Selain menjaga nilai sejarah dan budaya, revitalisasi sungai juga menjadi salah satu upaya Pemkot Palembang untuk mengurangi genangan air saat hujan deras.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah revitalisasi Sungai Bendung, yang diharapkan membantu mengurangi genangan di Kecamatan Ilir Timur I, Ilir Timur III, dan Kemuning.

Pemkot Palembang juga memperkuat penanganan genangan di kawasan Simpang Polda melalui optimalisasi kolam retensi, rencana perluasan dan pendalaman kolam, serta pembangunan infrastruktur pendukung berupa tanggul dan pompa.

Ratu Dewa menjelaskan, penanganan genangan membutuhkan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan dan pemerintah pusat, terutama dalam pemanfaatan aset serta pembangunan infrastruktur pengendalian air.

Ia berharap revitalisasi sungai dapat mengembalikan fungsi aliran air sekaligus menjaga warisan sejarah dan budaya Kota Palembang.

ASN dan PPPK Kumpulkan 22 Ton Beras untuk Warga Terdampak Asap

Dalam kesempatan yang sama, Ratu Dewa menyampaikan bahwa ASN dan PPPK di lingkungan Pemkot Palembang berhasil mengumpulkan 22 ton beras untuk membantu masyarakat terdampak kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Jumlah tersebut melampaui perkiraan awal yang hanya sekitar lima ton. Bantuan itu merupakan hasil gotong royong ASN dan PPPK sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan.

Bantuan tersebut direncanakan menjangkau 18 kecamatan dan lebih dari 170 kelurahan di Kota Palembang.

Ratu Dewa menyebut masyarakat yang masuk kategori Desil 1 dan Desil 2 menjadi prioritas penerima bantuan, terutama warga berpenghasilan rendah yang terdampak kabut asap, ibu hamil, serta keluarga yang memiliki anak balita.

Pemkot Palembang berkoordinasi dengan Dinas Sosial dan instansi terkait untuk memastikan pendataan serta penyaluran bantuan berjalan tepat sasaran.

“Kita ingin bantuan ini benar-benar tepat sasaran, tepat jumlah, dan tepat kualitas. Ini merupakan bentuk kepedulian dan semangat berbagi dari teman-teman ASN dan PPPK kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujar Ratu Dewa.

Ia berharap bantuan beras tersebut dapat meringankan beban masyarakat terdampak kabut asap sekaligus memperkuat semangat solidaritas dan gotong royong di Kota Palembang.

Melalui pelestarian sungai dan kepedulian sosial, Pemkot Palembang berharap pembangunan kota tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga menjaga warisan sejarah serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.(Lilis)