Polres OKI dan Serdik Sespimmen Bedah Akar Karhutla di OKI
Lensa-Informasi.Com – OGAN KOMERING ILIR – Api karhutla sering terlihat di permukaan. Masalahnya justru banyak yang tersembunyi: gambut yang menyimpan bara, sumber air yang terbatas, sarana pemadaman yang belum memadai, dan kebiasaan membuka lahan dengan membakar.
Persoalan itu dibedah Polres OKI bersama peserta didik Sespimmen Polri Dikreg ke-67 Pokjar XIV dalam Focus Group Discussion (FGD) di Kampung Damar Sari, Desa Menang Raya, Kecamatan Pedamaran, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Kamis, 10 September 2026.
FGD yang menjadi bagian dari Kuliah Kerja Profesi (KKP) tersebut membahas penanggulangan karhutla dari sisi koordinasi lintas sektoral, anggaran, sarana dan prasarana, pengelolaan lahan gambut dan sumber air, hingga keterlibatan masyarakat, pemerintah desa dan korporasi.
Kapolres OKI AKBP Eko Rubiyanto mengatakan pencegahan karhutla tidak bisa hanya dibebankan kepada aparat.
“Karhutla tidak bisa ditangani sendiri oleh kepolisian. Kuncinya kolaborasi dan pencegahan sejak dini, terutama dengan melibatkan masyarakat yang berada paling dekat dengan wilayah rawan kebakaran,” katanya
Sejumlah praktik yang telah berjalan di OKI turut dibahas. Salah satunya Grup WhatsApp “OKI Peduli Api” untuk mempercepat komunikasi dan koordinasi. Ada pula pembangunan sekat kanal dan sumur bor serta penguatan kapasitas masyarakat untuk melakukan pencegahan dan pemadaman awal.
Tantangan tetap ada. Keterbatasan anggaran dan peralatan, sulitnya sumber air, karakteristik lahan gambut, serta kebiasaan membakar lahan membuat pencegahan karhutla membutuhkan kerja yang konsisten.
Kegiatan dilanjutkan dengan bakti sosial kepada masyarakat Kampung Damar Sari. Bagi Polres OKI dan Serdik Sespimmen, kegiatan itu bukan sekadar menyerahkan bantuan. Ada upaya membangun kepercayaan dan mengajak warga menjadi bagian dari pencegahan.
Di daerah rawan karhutla, warga adalah mata pertama yang melihat asap. Mereka pula yang bisa menjadi tangan pertama untuk mencegah api membesar.
Sebab, karhutla tidak selalu dimulai dari kobaran besar. Kadang ia bermula dari api kecil yang terlambat dicegah.(Red).
