April 21, 2026

PALEMBANG – Seorang aktivis lingkungan di Sumatera Selatan, Fitro, dikeluarkan dari sebuah grup WhatsApp diskusi publik setelah membagikan informasi terkait dugaan praktik mafia minyak di wilayah Musi Banyuasin (Muba).

Pengeluaran tersebut dilakukan oleh Arianto, yang diketahui merupakan Ketua sebuah lembaga swadaya masyarakat (LSM) dan juga pengelola grup diskusi tersebut.

Peristiwa ini terjadi tak lama setelah Fitro membagikan sejumlah tautan berita yang mengangkat isu dugaan keterlibatan pihak korporasi dan oknum organisasi dalam aktivitas illegal drilling di Muba.

Menanggapi hal tersebut, Fitro menyatakan bahwa apa yang dilakukannya semata-mata untuk menyampaikan informasi yang berkembang di tengah masyarakat, khususnya terkait isu lingkungan.

“Saya hanya membagikan informasi yang beredar mengenai kondisi di lapangan. Menurut saya, hal ini penting untuk diketahui publik,” ujarnya.

Sejumlah aktivis lain di Sumatera Selatan turut menanggapi kejadian ini. Mereka menilai bahwa ruang diskusi publik seharusnya tetap terbuka bagi pertukaran informasi dan pandangan, terutama terkait isu yang menyangkut kepentingan masyarakat luas.

Peristiwa ini juga memunculkan perhatian terhadap bagaimana perbedaan pandangan disikapi dalam forum komunikasi digital, khususnya dalam pembahasan isu sensitif seperti illegal drilling di wilayah Tungkal Jaya, Muba.

Meski tidak lagi menjadi bagian dari grup tersebut, Fitro menegaskan akan tetap menyuarakan isu yang menurutnya penting untuk disampaikan kepada publik.
Ia berharap pembahasan terkait dugaan praktik mafia minyak dan dampaknya terhadap lingkungan dapat terus menjadi perhatian bersama.(Red)