Lensa-informasi.com,PALEMBANG – Sebuah video yang memperlihatkan dugaan aksi penganiayaan terhadap seorang pria di Kota Palembang viral dan menjadi perhatian publik. Dalam rekaman yang beredar luas di media sosial, korban tampak tidak berdaya saat menerima pukulan berulang kali menggunakan sebatang kayu hingga diduga patah.
Dalam video tersebut, korban terdengar menangis dan memohon belas kasihan kepada pelaku.
“Ampun kak… ampun kak… anak aku masih kecik kak…,” teriak korban sambil menangis menahan rasa sakit.
Korban yang disebut-sebut tidak melakukan perlawanan itu juga diduga mengalami penyiksaan dalam kondisi tangannya diikat pada sebuah meja. Selain itu, dalam video yang beredar terdengar pula ucapan seseorang yang diduga pelaku yang menyebut memiliki kedekatan dengan aparat penegak hukum.
Informasi yang beredar di masyarakat menyebutkan bahwa pelaku diduga merupakan seorang pengusaha Palembang, berinisial AJN. Namun hingga saat ini, latar belakang dan kronologi pasti peristiwa tersebut masih belum diketahui secara jelas.
Menanggapi video yang viral tersebut, Ketua Komite Masyarakat Sumsel Bersatu (KMSB), Edi Vankusni, menyampaikan kecaman keras terhadap dugaan tindakan kekerasan yang terekam dalam video tersebut.
Menurut Edi, apa pun persoalan yang terjadi, tidak ada alasan yang dapat membenarkan tindakan penganiayaan, penyiksaan, maupun main hakim sendiri terhadap seseorang.
“Indonesia adalah negara hukum. Jika ada persoalan, serahkan kepada aparat penegak hukum. Tidak boleh ada pihak yang merasa memiliki kekuasaan lalu bertindak semena-mena terhadap masyarakat,” tegas Edi Vankusni.
Edi menilai apabila dugaan penganiayaan tersebut terbukti benar, maka perbuatan tersebut tidak hanya melanggar hukum pidana, tetapi juga mencederai nilai-nilai kemanusiaan dan hak asasi manusia (HAM).
“Kami mengutuk keras segala bentuk kekerasan. Apalagi jika korban berada dalam kondisi tidak berdaya dan memohon ampun. Negara tidak boleh kalah oleh tindakan premanisme maupun praktik main hakim sendiri yang merendahkan martabat manusia,” ujarnya.
Lebih lanjut, Edi mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) untuk segera melakukan penyelidikan secara profesional dan transparan guna mengungkap fakta yang sebenarnya.
“Kami meminta kepolisian segera turun tangan, memanggil dan memeriksa seluruh pihak yang terlibat. Masyarakat menunggu ketegasan aparat. Siapa pun yang terbukti bersalah harus diproses sesuai hukum yang berlaku tanpa pandang bulu,” katanya.
Edi juga meminta agar aparat tidak terpengaruh oleh status sosial maupun kekuatan ekonomi pihak-pihak yang terlibat dalam perkara tersebut.
“Hukum harus berdiri tegak untuk semua orang. Jangan sampai masyarakat kehilangan kepercayaan terhadap penegakan hukum akibat lambannya penanganan kasus yang telah menjadi perhatian publik ini,” tambahnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak yang disebut-sebut dalam video maupun dari aparat penegak hukum terkait perkembangan penanganan kasus tersebut. Masyarakat berharap kasus yang viral tersebut dapat segera diusut tuntas sehingga kebenaran terungkap dan keadilan dapat ditegakkan.(Red)







