Lensa-informasi.com |Lebak, 03 Januari 2026 — Proyek irigasi bernilai miliaran rupiah yang tersebar di tiga kecamatan, yaitu Malingping, Wanasalam, dan Panggarangan, di Kabupaten Lebak, menjadi perhatian serius masyarakat dan organisasi masyarakat. Dengan nilai proyek yang mencapai ratusan miliar rupiah, DPD Laskar Pasundan Indonesia (LPI) menegaskan pentingnya pengawasan ketat dari aparat terkait untuk memastikan penggunaan anggaran negara ini benar-benar dioptimalkan dan tidak disalahgunakan.
Proyek yang dikerjakan oleh perusahaan BUMN konstruksi, PT. Waskita Karya, ini memiliki peranan strategis dalam mendukung kestabilan irigasi dan ketahanan pangan di wilayah tersebut. Namun, kekhawatiran muncul terkait potensi penyimpangan pelaksanaan yang hanya sekadar formalitas, tanpa memperhatikan standar kualitas dan ketepatan teknis.
Repi, Pengurus DPD LPI Lebak, menyatakan, “Kami mendesak Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI) untuk segera melakukan pemeriksaan mendetail terhadap seluruh aspek pelaksanaan proyek irigasi ini. Jangan sampai dana miliaran rupiah yang dialokasikan hanya menjadi ‘bacaan basah’ atau formalitas tanpa hasil nyata yang mampu dirasakan masyarakat.”
Lebih jauh, Repi mengingatkan, “Dalam situasi musim penghujan seperti ini, risiko pekerjaan yang terlalu dipaksakan dan dilakukan tanpa pengawasan ketat akan berakibat fatal. Pekerjaan yang terburu-buru dan tidak memenuhi prosedur standar sangat berpotensi menimbulkan kerugian negara, mulai dari pembangunan yang tidak berkualitas hingga kemungkinan kerusakan lingkungan yang akan menimbulkan dampak jangka panjang.”
Organisasi masyarakat dan warga setempat pun mendesak agar proyek irigasi ini diawasi secara transparan dan profesional. Mereka berharap agar pihak BPK RI tidak hanya sekadar memeriksa aspek administratif, tetapi juga memastikan bahwa seluruh proses pelaksanaan memenuhi standar kepastian mutu, efisiensi, dan efektivitas.
“Pengawasan ketat harus dilakukan dari awal hingga akhir, termasuk inspeksi lapangan, audit keuangan, serta memastikan bahwa pekerjaan dilakukan sesuai spesifikasi teknis dan tidak ada mark-up anggaran,” tambah Repi.
Selain itu, pihaknya menegaskan bahwa masyarakat tidak ingin melihat proyek ini menjadi ‘jalan pintas’ atau proyek hangat-hangat tai ayam yang akhirnya hanya menimbulkan kerugian bagi keuangan negara dan merugikan rakyat sendiri. Mereka mengingatkan bahwa pembangunan infrastruktur strategis seperti irigasi harus dilakukan dengan integritas dan akuntabilitas tinggi.
“Jangan sampai proyek miliaran ini hanya menjadi ajang pencitraan atau pengalihan perhatian, tetapi berujung pada ketidakberhasilan yang merugikan banyak pihak,” tuturnya.
Dengan semangat pengawasan dan akuntabilitas, masyarakat Lebak berharap agar seluruh proses pembangunan tersebut benar-benar berjalan sesuai perencanaan, memenuhi standar kualitas terbaik, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi petani dan masyarakat setempat. Hal ini demi keberlanjutan pembangunan yang berkeadilan dan bermanfaat jangka panjang.
(Tim Red)







