“LAPORAN KEUANGAN HILANG: WEBSITE BAZNAS KOTA BENGKULU TAMPILKAN ERROR 404”

Screenshot_2026-07-11-12-56-12-78

"LAPORAN KEUANGAN HILANG: WEBSITE BAZNAS KOTA BENGKULU TAMPILKAN ERROR 404" 11 Juli 2026 (foto:Rizkitriyanto)

Transparansi Zakat Dipertanyakan, Dana Umat Mau Diaudit Kemana?

BENGKULU — Website resmi BAZNAS Kota Bengkulu di alamat `gkulu.baznas.go.id` diduga menutup akses informasi publik. Saat diakses pada menu “Laporan Keuangan”, halaman yang muncul justru Error 404 Not Found.

Pantauan media pada Kamis, 4 September 2026 pukul 12.56 WIB menunjukkan, publik yang ingin melihat transparansi pengelolaan zakat, infak dan sedekah justru dihadapkan pada halaman kosong dengan ilustrasi tanda tanya besar.

Padahal di menu bawah masih terpampang jelas tombol “Bayar Zakat”, “Konfirmasi Zakat”, “Kalkulator Zakat”, “Sedekah”, “Transfer Zakat”. Artinya: Minta duitnya lancar, tapi laporannya dikunci.

PELANGGARAN UU KETERBUKAAN INFORMASI
BAZNAS adalah lembaga negara non-struktural yang mengelola dana umat. Berdasarkan UU No 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat dan UU No 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, BAZNAS wajib mempublikasikan laporan keuangan secara terbuka dan akuntabel.

Fakta di lapangan: Laporan justru “tidak ditemukan”.
Ini 2 pelanggaran sekaligus:
1.  Melanggar UU KIP: Publik berhak tahu kemana dana zakat disalurkan
2.  Melanggar Amanah: Muzaki punya hak untuk diaudit dan diawasi

3 TUNTUTAN KERAS:
1.  BAZNAS Kota Bengkulu segera memperbaiki website dan mengupload Laporan Keuangan 2024-2025 selengkap-lengkapnya. Jangan tunggu viral baru gerak.
2.  BAZNAS RI dan BAZNAS Provinsi Bengkulu wajib menegur dan mengevaluasi kinerja BAZNAS Kota Bengkulu. Ini menyangkut marwah lembaga zakat nasional.
3.  DPRD Kota Bengkulu + Inspektorat + BPK harus turun audit. Kejar kemana dana zakat, infak, sedekah selama ini dikelola jika laporannya saja tidak bisa diakses publik.

Zakat adalah dana umat. Bukan dana pribadi. Jika laporan keuangannya saja disembunyikan dengan error 404, maka wajar publik bertanya: Ada apa yang ditutupi?

Publik Bengkulu menunggu jawaban. Jangan sampai kepercayaan muzaki luntur karena gagalnya transparansi.

Wartawan : Rizki triyanto