Merasa Dirugikan Hasil Tes Urine RS Permata, Karyawan Kehilangan Pekerjaan dan Minta Pertanggung Jawaban
Lensa-Informasi.com.Seorang karyawan perusahaan swasta di Sumatera Selatan berinisial SM mengaku mengalami kerugian materil dan immateril setelah hasil tes urine narkoba yang dilakukan di Rumah Sakit Permata Palembang diduga tidak akurat.
Akibat hasil tes urine tersebut, SM mengaku diberhentikan dari pekerjaannya saat proses perpanjangan kontrak kerja di perusahaan tempatnya bekerja.
Peristiwa ini bermula ketika SM mengikuti tes urine sebagai salah satu persyaratan administrasi untuk perpanjangan kontrak kerja. Pemeriksaan tersebut dilakukan di Rumah Sakit Permata Palembang pada 29 April 2026, karena perusahaan tempat SM bekerja diketahui menjalin kerja sama dengan rumah sakit tersebut.
SM mengaku sangat kecewa atas hasil pemeriksaan yang diterimanya. Menurutnya, hasil tes urine tersebut berdampak besar terhadap status pekerjaannya hingga menyebabkan dirinya kehilangan mata pencaharian.
Saya sangat dirugikan atas hasil tes urine tersebut. Dampaknya bukan hanya terhadap pekerjaan, tetapi juga nama baik saya,” ujar SM.
SM berharap pihak Rumah Sakit Permata Palembang dapat memberikan klarifikasi serta bertanggung jawab apabila terbukti terjadi kelalaian atau kesalahan dalam proses pemeriksaan.
Ia juga meminta agar pihak rumah sakit lebih teliti dan profesional dalam menjalankan tugas, khususnya terkait pemeriksaan medis yang dapat berdampak besar terhadap kehidupan seseorang.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Rumah Sakit Permata Palembang belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan tersebut.
(Basith)